senaskah cinta..

Nur Balqis Humaira...
seorang gadis berusia 19 tahun....
mempunyai seorang abang,Muhammad Ikmal Danial yang menjangkau usia 25 tahun...
hanya mereka berdua yang menjadi permata hati buat Haji Ahmad dan Hajjah Fatimah...

Kedengaran azan subuh memecah sunyi pagi...
aku bingkas bangun dari tidur lalu bergegas ke kamar mandi mensucikan diri...
usai bersuci,aku terus menunaikan solat subuh...
suasana tika itu masih sunyi menandakan walid,umi dan abangku masih lena dibuai mimpi...
setelah selesai solat dan berwirid,aku segera mengejutkan ahli keluargaku untuk menunaikan tanggungjawab sebagai seorang hamba ALLAH...

"ayonggg!bangun..dah pagi ni..subuh2!!"

teriak aku megejutkan abangku setelah berlalu dari kamar umi tadi...
ayong merupakan panggilan manja abangku itu...
ayonglah merupakan satu2nya orang yang paling memahami aku...
jika aku dilanda masalah..dialah orang pertama yang aku cari...
bersyukur sekali aku menjadi adiknya...
tiap karenahku dilayannya...tak pernah sekali dia merungut apatah lagi merasakan aku ini menjadi bebanannya...
namun untuk persoalan semalam tidak pula aku menceritakan pada ayong...
biarlah untuk seketika ini kemelut jiwa itu tersemat erat dihati...

Aku berlalu ke dapur...
melihat apa yang ada untuk disediakan sarapan nanti...
jam baru menunjukkan pukul 6.30pagi...masih awal lagi...

"awal anak umi bangun hari ini?ada khabar gembira yang ingin dikongsi ke?"

seloroh umi yang tiba2 menjejak ke dapur mengejutkan aku...
tiada kata2 yang aku tutur kembali kepada umi...hanya tersenyum...
cuma hatiku saja yang berbisik..
umi...alangkah bagus jika maira benar2 gembira...
ahh!!bukan masanya aku beremosi pagi2 begini...
lalu aku cuba lenyapkan bayangan duka semalam...
Nur Balqis Humaira mesti kuat!
masakan diuji sebegini sudah jatuh tersungkur...
seraya aku teringat firman Allah...
''Allah tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kemampuannya.."
bercakap kepada diri sendiri sudah menjadi kebiasaanku tiap kali dilanda masalah...
dengan itu sedikit sebanyak akan membuatku kembali bersemangat...

"kita masak nasi lemak ye pagi ni maira."

tutur umi lembut padaku...
aku hanya mengangguk tanda mengiyakan tanpa mengungkap sebaris kata...


****

Biasanya hujung2 minggu begini,kami sekeluarga lebih suka menghabiskan masa dirumah...
manakala aku sementara menunggu keputusan peperiksaan STAM yang berbaki 1bulan ni,dihabiskan dengan menolong umi dirumah...
mengajar budak2 mengaji Quran sudah menjadi rutin umi sejak bersara menjadi ustazah..
sudah 2tahun umi mengajar anak2 dikampung ini...
walid pula masih mengajar di madrasah yang didirikannya setahun yang lalu...
ayong juga turut menurunkan segala ilmu2nya di madrasah walid setelah tamat belajar di UIAM 3bulan lepas..

"maira!"

tersedar aku dari lamunan seraya menoleh...
kelihatan ayong membawa dulang yang berisi 2gelas air sambil menuju kepadaku di ruang tamu...

"fikirkan apa tu dik ooii?"

tutur ayong memulakan bicara...
aku tidak menjawab pertanyaan ayong...
hanya melemparkan sekuntum senyuman padanya...

"maira ada masalah kan?ayong tengok maira macam sembunyikan sesuatu dari ayong..tak perlu nak simpan dik...luahkan saja...diri maira jugak yang merana kan?"

bebel ayong panjang lebar...
ayong seperti dapat membaca apa yang ada difikiranku...
pantas saja selama ini tiada satu pun perkara yang dapat aku sembunyikan darinya...
aku hanya memandang ayong dengan senyuman....
namun aku terus membisu...sukar untuk aku mulakan kata...
terasa berat bibir ini untuk mengungkap cerita....

*apakah kemelut jiwa yang dilanda maira??adakah maira akan memberitahu abangnya tentang masalah itu??nantikan....

No comments:

Post a Comment